Kronik NieR 11 — Penyanyi Taman dan Ketidakpedulian Sartre
Bab dalam kisah ini
- Penyanyi taman hiburan, tatapan yang diinginkan Beauvoir
- 1. Melewati musuh yang tidak menyerang
- 2. Panggung di ujung roller coaster
- 3. Tubuh-tubuh yang dijadikan hiasan
- 4. Ingin Sartre menoleh kepadanya
- 5. Melankolia Sartre dan prajurit pembawa hadiah
- 6. Pemandu yang mendekat setelah teater
- Sumber dan nama dalam versi wilayah
Penyanyi taman hiburan, tatapan yang diinginkan Beauvoir
Peringatan spoiler: bagian ini membahas pertempuran taman hiburan, masa lalu Beauvoir yang terungkap di Rute B, serta misi sampingan terkait. Menurut versi wilayah, mesin ini disebut Beauvoir atau Simone, sedangkan sosok yang dicintainya bernama Sartre atau Jean-Paul. Tulisan ini memakai nama Beauvoir dan Sartre.

1. Melewati musuh yang tidak menyerang
Untuk menyelidiki sinyal anggota YoRHa yang hilang, 2B dan 9S melewati saluran pembuangan kota lalu menaiki tangga menuju taman hiburan. Wahana yang dahulu dinikmati manusia, bangunan menyerupai istana, dan hiasan pesta masih tersisa. Kini yang memenuhi tempat itu adalah bentuk kehidupan mesin, bukan penonton manusia. Mesin yang meniru badut dan pengunjung terus merayakan pesta. Setelah pengulangan keluarga dan kelahiran di gurun, permainan dan perayaan kini muncul di hadapan mereka.
Banyak mesin di pintu masuk dan alun-alun tidak langsung menyerang ketika para prajurit mendekat. Sebagian dapat diajak bicara, sementara yang lain meneruskan acara mereka. Bagi 2B dan 9S, ini tempat di mana membawa senjata tidak otomatis menempatkan semua sosok dalam urutan pertempuran yang sama. Kontak dapat berbeda dari pengalaman biasa bertemu musuh, diserang, lalu membalas. Menyerang lebih dahulu bisa mengubah hubungan, tetapi membunuh semuanya bukan syarat untuk mencapai tempat berikutnya.
Lebih jauh ke dalam, setelah melewati wahana, terdapat tank besar. Senjatanya yang sangat besar mengingatkan pada mesin perang di pabrik, tetapi tank ini juga bukan sasaran yang wajib dihancurkan. Mereka dapat melanjutkan perjalanan tanpa menyerangnya. Ada perbedaan antara kemampuan tempur yang tampak dan tindakan yang benar-benar dipilih saat ini. Tubuh besar saja tidak membuktikan niat untuk menyakiti keduanya sekarang.
Perayaan taman tidak bertahan karena manusia kembali dan bertepuk tangan. Mesin yang mempelajari hiburan manusia sedang memakai ruang itu. Kedua prajurit harus melintasi mereka untuk mencari petunjuk berikutnya. Kesempatan melewati individu yang tidak bermusuhan dan bahaya di dalam teater hadir di tempat yang sama. Tampilan perayaan yang ceria belum memastikan seluruh taman sebagai komunitas yang aman.
2. Panggung di ujung roller coaster
Dalam perjalanan ke teater ada roller coaster yang berjalan. 2B dan 9S menaikinya melewati bagian tinggi taman. Wahana yang dahulu membawa manusia menikmati pemandangan kini menjadi jalur pengantar prajurit menuju lokasi berikutnya. Kembang api dan hiasan terlihat, tetapi di atasnya mereka juga harus menghadapi mesin yang menyerang. Sikap mesin di alun-alun tidak berlaku pada setiap individu di sini.
Di teater setelah roller coaster terdapat Beauvoir, mesin raksasa yang bernyanyi. Ia menyerupai penyanyi bergaun mewah, tetapi hiasan dan senjatanya memakai tubuh android yang ditangkap. Tidak semuanya merupakan mayat. Android yang masih hidup meskipun hampir mati juga dimanfaatkan. Sinyal black box yang masih berfungsi menjadi petunjuk yang membawa prajurit ke sini sekaligus perangkap. Mereka tidak sekadar datang menonton pertunjukan mesin.
Beauvoir menyerang keduanya. Serangan yang menjangkau luas dan tubuhnya yang besar mengubah panggung menjadi medan tempur. Mereka harus menghindari ancaman yang mengiringi nyanyian lalu membalas. Penampilan seorang penyanyi tidak menandakan bahwa pertunjukan akan selesai dengan aman bila mereka berhenti sebentar untuk berbicara. Mereka bertarung sambil melihat tubuh android seperti diri mereka dimanfaatkan. Sekalipun tujuannya adalah menjadi cantik, bahaya bagi mereka yang berada di depannya tetap nyata.
Beauvoir menggunakan gelombang yang menyebar dan proyektil berbentuk cincin. Menyentuh cincin memaksa prajurit menanggapi serangan yang menyusup ke sistem mereka, lalu layar berganti menjadi ruang peretasan bergaya tembak-menembak untuk mencari dan menghancurkan inti. Pertempuran ini tidak cukup diselesaikan dengan mengayunkan pedang ke tubuh besar. Di tengahnya, android yang rusak dipanggil untuk menambah serangan sejenis. 2B dan 9S harus melewati hujan tembakan di luar dan ancaman yang memasuki diri mereka.
3. Tubuh-tubuh yang dijadikan hiasan
Android yang dikuasai Beauvoir bukan rekan yang bebas memilih untuk ikut pertunjukan. Mereka sudah menjadi korban dan dipakai sebagai senjata di luar kehendak semula. Ketika tubuh mereka bergerak mengancam prajurit, 2B dan 9S melihat pihak sendiri ditempatkan sebagai komponen buatan musuh. Mengalahkan Beauvoir juga bertujuan menghentikan pemanfaatan dan serangan ini. Mengetahui kisahnya kelak tidak menghapus keberadaan para korban.
Dalam sudut pandang pertama, prajurit dan pemain lebih dahulu menghadapi pemandangan luar itu. Mesin raksasa berhiaskan ornamen bernyanyi, menyerang android, dan memakai tubuh makhluk lain seolah bagian dirinya. Permainan tidak lebih dahulu menceritakan seluruh masa lalu, baru memberi pilihan apakah mereka ingin bertarung. Yang datang pertama adalah kebutuhan bertempur demi bertahan hidup. Di antara sikap damai pintu masuk dan kekerasan panggung, perbedaan di dalam golongan bentuk kehidupan mesin semakin besar.
Akhirnya mereka mengalahkan Beauvoir. Serangan beruntun di panggung berakhir dan ancaman di lokasi berhenti. Namun, ketika pemain melewati pertempuran itu lagi melalui sudut pandang 9S di Rute B, terlihat rentang waktu lain yang menumpuk di dalam hiasan raksasa tersebut. Peretasan bukan hanya jalan singkat menghancurkan lawan, melainkan juga pintu masuk untuk mengetahui alasan lawan mencapai bentuknya sekarang.
Ingatan yang ditambahkan kemudian bukan bukti ketidakbersalahan yang membatalkan kekerasan pertempuran yang sama. Ingatan itu sekaligus menjelaskan apa yang diinginkan Beauvoir dan siapa yang dikorbankan untuknya. Rupa mengerikan yang pertama terlihat di panggung kini menjadi hasil tumpukan pilihan dan kegagalan. Individu yang dahulu mengharapkan sesuatu dan sosok yang kini mencelakai orang lain berada dalam cerita yang sama.
4. Ingin Sartre menoleh kepadanya
Beauvoir menginginkan perhatian mesin lain, Sartre. Sartre menjalani hari dengan membicarakan pikirannya, dan mesin yang menyukainya tertarik pada ucapan serta sikapnya. Beauvoir juga salah satu yang memandangnya. Ia berharap perasaannya sampai, tetapi Sartre tidak membalas tatapan itu dengan cara yang sama. Beauvoir mulai mencari dalam penampilannya sendiri syarat untuk memperoleh pandangan tersebut.
Ia percaya bahwa menjadi cantik akan membuatnya dicintai. Catatan manusia dan informasi dari pihak lain menjadi dasar belajar tentang kecantikan. Ia terus menambah perhiasan dan ornamen serta mengubah tubuh. Ia tidak sejak awal dibuat sebagai penyanyi teater raksasa dengan satu-satunya fungsi membunuh prajurit. Keinginan agar dipilih seseorang perlahan membawanya menuju bentuk itu.
Akan tetapi, mengubah tubuh dan menambah hiasan tidak mendatangkan tanggapan yang diinginkan. Beauvoir tidak mampu hanya menerima kegagalan sebagai alasan untuk berhenti. Ia menganggap masih kekurangan sesuatu yang dapat membuatnya lebih cantik lalu meraih cara lain. Ia menaruh harapan pada kabar bahwa memakan mesin lain memberikan kecantikan, dan akhirnya memakai tubuh android sebagai hiasan pula. Pencarian tanpa akhir atas kekurangan tubuh sendiri untuk menjelaskan ketidakpedulian Sartre meluas menjadi tindakan yang mencelakai makhluk lain.
Hiasan yang dikumpulkan dengan cara itu menjadi penampilan yang terlihat di panggung. Ada jurang besar antara tujuan menjadi cantik dan hasil berupa tubuh lain yang dirampas lalu ditempelkan. Penilai yang penting bagi Beauvoir tetap Sartre, tetapi ia tidak pernah berjanji akan memberikan cinta sesudah melihat perubahan tubuhnya. Ini bukan transaksi yang menyempurnakan hubungan setelah tugas yang ditetapkan Sartre selesai. Hanya syarat ciptaan Beauvoir sendiri yang terus membesar.
Ingatan yang terbuka melalui peretasan itu berakhir bersama pertempuran terakhir. Fakta bahwa 9S dan pemain dapat mengetahui keadaannya tidak menggantikan hasil dicintai oleh sosok yang ia harapkan. Makhluk yang telah ia konsumsi juga tidak hidup kembali. Bagi yang mengetahui keinginan di balik lagu dan hiasan, penghancuran musuh menjadi peristiwa yang lebih rumit, tetapi kekerasan yang harus dihentikan di medan tempur tetap ada.
5. Melankolia Sartre dan prajurit pembawa hadiah
Berbicara langsung dengan Sartre dan menemui mesin di sekelilingnya mengawali misi sampingan setelah desa Pascal dapat diakses. Karena itu, misi ini tidak bisa ditempatkan sebagai masa lalu yang pasti diselesaikan 2B dan 9S sebelum masuk teater. Ini kisah yang mengamati tema pertempuran Beauvoir lebih jauh di tempat berbeda. Kedua prajurit menemui para pengagum Sartre dan menerima peran menyampaikan perasaan mereka.
Tiga pengagumnya berada di lokasi berbeda. Mesin berias di desa Pascal memberi surat, pemimpi di taman hiburan menyerahkan Beautiful Glass, dan mesin jatuh cinta di kompleks perumahan gurun mengirim Machine Fossil. Para prajurit bepergian antara desa, taman, dan gurun untuk membawa benda-benda itu kepada Sartre. Harga yang mungkin diberikan manusia berbeda dari nilai yang dipilih mesin sebagai ungkapan cinta. Sepanjang perjalanan, keduanya mendengar arti Sartre bagi masing-masing pengagum.
Mengantarkan hadiah tidak mendatangkan ucapan terima kasih dan balasan cinta yang diharapkan. Sartre tidak banyak tertarik pada benda-benda tersebut. Ia tidak menerima perasaan pengagum dengan cara yang mereka inginkan. Kedua prajurit harus kembali untuk memberitahukan tanggapannya. Proses ini tidak selesai sebagai pertukaran sederhana hadiah dan terima kasih setelah barang sampai.
Namun, beberapa pengagum bahkan menerima tanggapan mengecewakan sebagai bagian dari sikap yang menarik bagi mereka. Apa pun yang dilakukan Sartre dapat ditafsirkan lagi sebagai bukti keistimewaannya. Bila disandingkan dengan Beauvoir yang menganggap ketidakpedulian sebagai alasan untuk terus mengubah tubuh, terlihat keinginan yang bergerak ke arah berbeda dalam hubungan sepihak yang serupa.
Setelah menyampaikan tanggapan kepada masing-masing pengagum, mereka kembali ke desa dan mendapati Sartre telah pergi. Berbicara dengan mesin bulat di dekatnya memberikan surat peninggalannya dan mengakhiri misi. Misi ini tidak mengubah Sartre agar mencintai Beauvoir, maupun menyatukan semua pengagum menjadi keluarga yang saling memahami. Kedua prajurit melihat bahwa di antara mesin juga ada hubungan timbal balik dan harapan sepihak. Kuatnya perasaan satu pihak tidak dapat menentukan hati pihak lain.
6. Pemandu yang mendekat setelah teater
Ketika keduanya keluar setelah pertempuran taman, mesin lain mendekat membawa bendera putih. Ia tidak lebih dahulu menyerang dan menawarkan untuk memandu mereka ke desanya. Di teater, mesin memakai tubuh android sebagai senjata dan hiasan; kini mesin lain ingin membawa dua prajurit bersenjata ke komunitasnya sendiri. Pertemuan beruntun ini membuat seluruh mesin semakin sulit dianggap kelompok yang hanya memiliki satu sikap.
2B dan 9S mengikuti pemandu itu. Ini bukan perubahan yang membuat mereka membuang semua senjata dan menyatakan tidak ada musuh sebelum memastikan perkataan individu baru dapat dipercaya. Mereka tetap waspada, tetapi pergi melihat desa secara langsung. Kemungkinan lain terbuka: objek yang harus diselidiki mungkin lebih luas daripada senjata pabrik dan ancaman besar yang lahir di gurun.
Di ujung jalur itu ada Pascal dan anak-anak. Bila mesin taman telah mempelajari ungkapan permainan dan cinta, desa Pascal mencoba menjadikannya aturan hidup bersama serta perawatan. Sesudah menyaksikan kisah keinginan Beauvoir yang meluas hingga menempelkan tubuh lain pada dirinya, kedua prajurit kini menemui mesin yang berusaha hidup saling melindungi. Hubungan yang terjalin di sana menjadi landasan untuk memahami kehilangan kelak.
Sumber dan nama dalam versi wilayah
Beauvoir dan Simone, serta Sartre dan Jean-Paul, adalah nama dari versi wilayah berbeda. Masa lalu Beauvoir terkait sudut pandang tambahan Rute B, sedangkan mengantar hadiah kepada Sartre merupakan misi sampingan terpisah. Menghancurkan semua mesin damai dan tank di taman tidak ditetapkan sebagai alur wajib. Ulasan cerita berbantuan AI oleh tim TroubleMaker, tanpa menyalin dialog atau lirik asli. Diperiksa pada 18 Oktober 2026, waktu Bangkok.
Jean-Paul / Sartre — NieR Wiki
Letter for Jean-Paul — NieR Wiki
komentar 0